Skip to content

Bersama-sama Melestarikan Tarian Masamper

October 5, 2012

Tarian masamper merupakan salah satu dari sekian budaya yang ada di sulawesi utara yang perlu kita pelihara, ini adalah nyanyian seni lokal daerah sangihe talaud yang harus kita banggakan.

Tarian masamper dikenal juga dengan sebutan tarian pato-pato. Tarian ini merupakan tarian khas daerah sangihe talaud, tari masamper dibawahkan oleh sekolompok penari sekaligus penyanyi, setiap kelompok masamper ada pemimpin yang memberi aba-aba yang disebut “Pangantaseng”, tarian ini dinyanyikan oleh sekelompok yang membentuk suatu formasi menghadap penonton sambil menari-nari. Kesenian masamper biasanya dibawakan dalam acara adat, acara pernikahan, pesta keagamaan, dan ulang tahun. Dalam tarian masamper ini ada banyak nyanyian yang dinyanyikan, diantaranya kakulumpang, kakalanto dan bawowo. Masamper biasanya dibawahkan secara spontanitas dan berlangsung selama semalam suntuk dan tidak ada satu lagu pun yang diulang. Dibeberapa tempat budaya ini masih terpelihara dengan baik. Ada semacam tradisi yang masih dilakukan sampai sekarang yaitu berkunjung ke rumah-rumah dan menyanyikan setidaknya lima buah lagu. Pegelaran masamper massal pernah memecahkan rekor muri. Ada 20 group masamper yang berasal dari daerah sangihe talaud dan menyanyikan 2029 lagu.

Unsur tari dalam masamper berasal dari Tari Madunde yang berbentuk  tarian massal dengan pola gerakan dua langkah ke kenan dan dua langkah ke kiri. Uniknya lagu masamper hanya dilakukan oleh kaum pria. Penampilannya yang mengutamakan seni menyanyi membuat kesenian sangihe talaud ini banyak digemari orang dan patut kita kagumi. Bahan lagu yang dinyanyikan memang tidak terikat pada lagu daerah berbahasa sangihe talaud saja tetapi juga lagu populer berbahasa melayu manado maupun bahasa indonesia. Sebuah kearifan budaya lokal  yang perlu terus dipelihara. Inilah seni lokal orang siau yang didalam bernyanyi, sungguh merupakan bakat alam yang patut dikagumi dan diacungkan jempol tapi sayamg sekarang banyak rekaman masamper baik audio maupun video yang syairnya tidak lagi menyuarakan bahasa budaya.

 

Senih masamper di sangihe telaud sulawesi utara terancam punah, beberapa waktu lalu saat dicoba diangkat melalui sebuah festival, kesenian tradisional itu hanya diikuti beberapa peserta yang notabene pemain lama alis tua. Dikalangan mudah boleh dikatakan sama sekali tidak ada yang mau mengikuti adat tradisonal tersebut padahal sangat diharapkan ada sekelompok mudah yang berpartisipasi melestarikan adat tradisonal tersebut. Namun, kenyataan berbicara lain. Kawula mudah ternyata lebih memilih kebudayaan luar dibanding melestarikan kesenian tersebut. Padahal seni masamper adalah seni prosa yang kaya akan lirik puitis ungkapan rasa syukur dalam bahasa daerah sanger talaud. Oleh karena itu saya mengajak kita semua kawula mudah agar dapat melestarikan kebudayaan yang ada disulawesi utara. “Mari torang rame-rame lestarikan torang pe budaya di sulawesi utara”.

 

Sumber :

1. www.senibudayakita.com/blog/2012/09/28/masamper/

2. www.flickr.com/photos/sitaro/3278283608/

3. news.liputan6.com/

About these ads

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: